|
Kebersamaan Dalam Membangun Kampus |
|
|
|
|
Ditulis oleh Prof. DR. H. Imam Suprayogo
|
|
Senin, 26 Juli 2010 02:33 |
Cita-cita perguruan tinggi Islam adalah sangat mulia, yaitu melahirkan ulama’ yang intelek dan intelek yang ulama’. Sementara ini ada dua lembaga pendidikan yang melahirkan identitas ilmuwan yang berbeda. Yaitu pondok pesantren yang ingin melahirkan ulama’ dan perguruan tingi yang diharapkan melahirkan ilmuwan atau intelek. Perguruan tinggi Islam selama ini sesungguhnya bercita-cita melahirkan sekaligus dua identitas itu, yakni ulama’ sekaligus intelek dan intelek sekaligus ulama. Read 0 Comments... >> |
|
Selengkapnya...
|
|
Problem Peningkatan Mutu Madrasah |
|
|
|
|
Ditulis oleh Prof. DR. H. Imam Suprayogo
|
|
Senin, 26 Juli 2010 02:32 |
Masyarakat Indonesia tidak sedikit yang lebih mempercayai lembaga pendidikan madrasah daripada sekolah umum. Kementerian Agama mencatat bahwa jumlah lembaga pendidikan madrasah tidak kurang dari 18 % dari seluruh lembaga pendidikan di Indonesia. Pada umumnya, (95%) madrasah berstatus swasta. Hanya sebagian kecil yang berstatus negeri. Lembaga pendidikan Islam ini diminati oleh masyarakat yang menghendaki para putra-putrinya memperoleh pendidikan agama yang cukup sekaligus pendidikan umum yang memadai. Read 0 Comments... >> |
|
Terakhir Diperbaharui pada Senin, 26 Juli 2010 02:33 |
|
Selengkapnya...
|
|
Memimpin Madrasah Agar Lebih Dinamis |
|
|
|
|
Ditulis oleh Prof. DR. H. Imam Suprayogo
|
|
Sabtu, 24 Juli 2010 01:51 |
Di setiap organisasi, posisi dan peran pimpinan selalu sangat sentral. Maju dan mundurnya organisasi sangat tergantung pada sejauh mana pimpinan mampu berimajinasi memajukan organisasinya. Demikian pula dalam konteks madrasah sebagai organisasi, maka posisi kepala madrasah juga sangat strategis dalam memajukan lembaga yang dipimpinnya. Akan tetapi seringkali terlihat kepala madrasah kurang berdaya karena berbagai sebab dan kendala baik yang bersifat internal pribadi yang bersangkutan maupun eksternal. Yang bersifat internal misalnya (1) kurangnya keberanian untuk mengambil prakarsa dalam melakukan inovasi yang bersifat strategis, (2) kurangnya pemahaman atas peran-peran yang seharusnya dimainkan, (3) kurangnya keberanian menanggung risiko dan seterusnya. Sedangkan yang bersifat eksternal, misalnya: (1) kekurangan informasi yang seharusnya dikuasai, (2) terlalu banyak peraturan sehingga ruang geraknya terasa terbatas, (3) suasana birokratis yang mengurangi bahkan membatasi ruang gerak dalam upaya pengembangan, dan (4) hubungan primordial yang berlebihan dan seterusnya masih banyak lagi lainnya. Read 0 Comments... >> |
|
Selengkapnya...
|
|
Beberapa Prinsip Memimpin Pendidikan Islam |
|
|
|
|
Ditulis oleh Prof. DR. H. Imam Suprayogo
|
|
Jumat, 23 Juli 2010 01:13 |
Tatkala seseorang berposisi sebagai mempinpin lembaga pendidikan Islam, sudah barang tentu di benaknya tergambar bahwa tugas yang harus diemban adalah memajukan lembaganya, dengan cara menggerakkan seluruh potensi yang ada, guna mencapai tujuan yang diinginkan. Cita-citanya, ialah harus berhasil dan tidak boleh gagal. Walaupun pada kenyataannya, tidak semua orang mampu meraih keberhasilan itu. Read 0 Comments... >> |
|
Selengkapnya...
|
|
Memelihara Persatuan Umat |
|
|
|
|
Ditulis oleh Prof. DR. H. Imam Suprayogo
|
|
Jumat, 23 Juli 2010 01:12 |
Banyak orang mengira, bahwa Islam adalah kekuatan yang bisa digunakan untuk menyatukan umat. Digambarkan bahwa kaum muslimin akan menjadi kokoh, karena persatuannya itu. Dan itu tidak sulit dibangun, karena umat Islam memiliki sumber ajaran yang jelas, yaitu al Qur’an dan hadits. Selain itu, umat Islam dipersatukan oleh konsep ketuhanan, kenabian, kiblat, dan lain-lain. Umat Islam bertuhan pada Allah, Muhammad saw sebagai rasulnya, ka’bah sebagai kiblatnya, meyakini pada rukun iman dan rukun Islam yang sama. Read 0 Comments... >> |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
halaman 9 of 34 |